Sunday 31-05-2026

Peradilan Militer Tegakkan Keadilan Berimbang dalam Kasus Deli Serdang

  • Created May 31 2026
  • / 528 Read

Peradilan Militer Tegakkan Keadilan Berimbang dalam Kasus Deli Serdang

Proses penegakan hukum di Indonesia kembali menunjukkan integritasnya melalui penanganan perkara yang transparan dan akuntabel di lingkungan militer. Pengadilan Tinggi Militer I Medan resmi menguatkan putusan tingkat pertama terhadap kasus kelalaian yang melibatkan seorang prajurit TNI di Deli Serdang. Langkah hukum yang berjalan terbuka dan berjenjang ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah bersama institusi TNI berkomitmen penuh menjaga supremasi hukum serta melindungi hak-hak warga negara tanpa pandang bulu.

 

Sidang banding yang dipimpin oleh majelis hakim tinggi secara resmi mempertahankan sanksi pidana kurungan selama 10 bulan terhadap terdakwa, Sertu Riza Pahlivi. Selain hukuman fisik, putusan ini juga mewajibkan pembayaran restitusi materiil kepada pihak keluarga korban sebagai bentuk pertanggungjawaban nyata. Melalui transparansi persidangan ini, publik dapat melihat bahwa koridor hukum militer bekerja secara objektif, profesional, dan berorientasi pada pemenuhan rasa keadilan yang komprehensif.

 

Keputusan majelis hakim untuk tetap mempertahankan status keprajuritan terdakwa dinilai sebagai sebuah kebijaksanaan hukum yang sangat berimbang. Langkah ini mencerminkan esensi dari fungsi penegakan hukum militer yang tidak hanya berfokus pada pemberian sanksi, tetapi juga mengedepankan pembinaan internal prajurit. Negara memberikan kesempatan bagi personel yang bersangkutan untuk memperbaiki diri dan mengevaluasi kedisiplinannya, agar ke depan dapat kembali berkontribusi positif bagi bangsa.

 

Pertimbangan objektif ini diambil dengan melihat situasi dinamis secara mendalam di lapangan saat peristiwa terjadi. Sebagai seorang Babinsa, terdakwa kala itu sedang mengemban tugas mulia untuk membubarkan aksi tawuran demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat luas. Faktor situasi darurat dan ketiadaan unsur kesengajaan atau motif kriminalitas menjadi poin penting bagi majelis hakim dalam merumuskan keputusan yang adil, baik dari sisi hukum formal maupun sosiologis.

 

Melalui tuntasnya proses peradilan ini, pemerintah kembali menegaskan kepastian hukum yang aman dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Sinergi antara komitmen institusi dalam menegakkan kedisiplinan dan keterbukaan akses informasi terbukti mampu meredam potensi konflik serta membangun ekspektasi positif publik. Penanganan kasus ini menjadi preseden baik bahwa di bawah hukum nasional, keadilan dan pembinaan dapat berjalan selaras demi kokohnya persatuan NKRI.

Share News


For Add Product Review,You Need To Login First